
Pada tanggal 19 Oktober 2023, di Jakarta, telah dilaksanakan kegiatan FGD yang bertujuan untuk menentukan standar dan indikator pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di kawasan konservasi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si sebagai narasumber utama. Dalam laporan ini, akan disajikan pandangan mata terkait kegiatan tersebut.
Dalam konteks ekosistem, wisata dan rekreasi termasuk dalam bagian cultural service yang merupakan salah satu dari ecosystem services. Dalam upaya untuk membangun standar ideal yang berkaitan dengan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di kawasan konservasi, dapat dilakukan melalui pengembangan ekowisata. Untuk mencapai hal tersebut, terdapat beberapa kriteria utama yang harus dipertimbangkan, yaitu adanya unsur petualangan (adventure), edukasi, dan rekreasi. Kriteria dan indikator ini menjadi kunci untuk menjamin bahwa jasa ekowisata dapat disampaikan dengan baik, bukan hanya sebagai “eco-facade to green it”.
FGD ini merupakan langkah awal dalam menentukan standar dan indikator pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di kawasan konservasi. Pandangan mata dari Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si sebagai narasumber utama memberikan wawasan penting terkait kriteria utama dalam membangun ekowisata yang baik. Unsur petualangan, edukasi, dan rekreasi yang bertanggung jawab menjadi fokus utama dalam penentuan standar ini. Selain itu, kolaborasi antara berbagai pihak terkait juga menjadi kunci dalam mendapatkan standar yang holistik dan berkelanjutan.
Diharapkan hasil dari kegiatan FGD ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan ekowisata di kawasan konservasi, sehingga wisata alam dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan sambil tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.
